Tuesday, December 15, 2015

Sharing Trip - Part of TRAVEL RESOLUTION


Co-Pas tentang sharing Trip saya kepada member BD (Backpacker Dunia)

=========================

T.R.A.V.E.L R.E.S.O.L.U.T.I.O.N
by : Gembel Internesyenel

Dear BD'ers

Gegara postingan saya tentang trip di Iran, ada banyak inbox yang nanya soal trip 20 negara dalam setahun, dan duitnya dari mana, sementara saya ini kan statusnya pengangguran galau sejak thn 2005 hehe..... Apakah saya dapet warisan...? Menang lotre...? Atau menemukan lampu ajaib dan mengeluarkan jin di dalamnya sehingga Mr. Jin mengabulkan permintaan saya...? ^_^

Oke, sebelum saya cerita, saya harus sampaikan dulu, bahwa kalau sharing saya ini dianggap bermanfaat, syukur alhamdulillah, bila tidak, silahkan diabaikan saja.... Dan kalau thread ini OOT alias out of topic ato tidak on track, saya ikhlas untuk di delete.
Saya yakin seyakin yakinnya dengan founder dan admin group ini, bahwa apapun yg dilakukan adalah untuk kebaikan bersama. Kenapa saya yakin...? Karena founder group ini, mba Elok adalah inspirator saya, duet dg Nancy Margaretha, mereka tidak cuma sekedar inspirator, mereka mendorong saya untuk merealisasikan mimpi2 saya.... Sejak bertemu mereka.... Yang dulunya kalau saya mikir mau trip ke Singapore saja harus megang duit 25juta, ciyus, ini fakta, thn 2005 saya pengen ke Singapore, di otak saya, harus punya 25juta.... Duit dari maneeee...? Sekarang.... punya duit sejuta juga berani ngemper di Singapore hehe....
Tapi entahlah....
Mereka ini sebenarnya inspirator atau provokator.... yang dengan sukses telah menjerumuskan saya sebagai "GEMBEL INTERNESYENEL" Wkwkwk... ^_^

Baiklah sodara sodara yang berbahagia di belahan dunia manapun Anda berada.....
Inilah cerita saya.....

Part of #TheProvokator #InspiringPerson

Mungkin saya harus mulai dari biangnya provokator dulu, yaitu almarhum mama saya, kami bukan dari keluarga mampu, tetapi juga tidak sampai kekurangan makan, standar hidup sederhana seperti sandang pangan papan tercukupilah, alhamdulillah, thank you mom.

Mama saya yang sederhana ini memang ajaib, berani berfikir out of the box. Sejak saya SD kerjaannya ngomporin saya.....
"nak, ini mama dapet kartu pos dari temen mama, dia sekarang kerja di rumah sakit di Australia loh (mama saya perawat, saat pasca perang sempat bertugas di Irian Barat), kalau kamu bisa berbahasa inggris, kamu bisa ke mana aja..!" sayangnya, anak mama ini, cuma expert berbahasa kalbu hehe..
Lain hari, "nak, coba lihat gambar apa ini?" sambil menunjukan majalah dengan gambar pantai, apa anehnya gambar pantai pikir saya "ini pantai, tetapi bukan di Indonesia, ini di Belanda, untuk sampai ke Belanda kamu harus terbang ber jam-jam dengan pesawat udara. Itu ada di bagian lain bumi kita."
Lain waktu, "nak, ini mama belikan bola dunia, coba lihat, kita ada di sini, di Indonesia, kecil sekali ya....? Dan dunia ini luas sekali yaaa...? Jadi, bila memungkinkan, suatu hari kamu harus bisa mengunjungi tempat2 yang jauh tersebut...." saya bingung, lantai rumah aja ga pake dikeramik alias semen doang, tapi mama saya beli globe dengan diameter 30cm yg mahal itu.... kemudian saya lihat tatapan mata mama saya menerawang, "kita memang tidak tau bagaimana itu akan terjadi, kita memang bukan siapa2, tetapi nak, kita punya Tuhan, Dia Maha Mampu, Dia Maha Kuasa... DI TANGAN NYA, TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN....!

Saat itu, ada semacam keyakinan dalam diri saya yang mengalir, seperti sebuah pemahaman, bahwa BILA KEYAKINAN KITA CUKUP KUAT TERHADAP KEKUASAAN TUHAN, EVERYTHING IS POSSIBLE. Yang tidak mampu itu kita, tapi Tuhan mampu, yang kurang wawasan dan ilmu itu kita, tapi Tuhan Maha Mengetahui, yang miskin itu kita, tapi Tuhan Maha Kaya....

Lalu.... bila kita belum mampu, masih miskin dan kurang wawasan atau ilmu, dimana salahnya....? Salahnya adalah KETIKA KITA TIDAK MEMINTA KEPADA-NYA, KEMUDIAN TIDAK BERUSAHA, DAN TIDAK MEYAKINI BAHWA DIA AKAN MENGABULKAN...!

Saat saya SMP kelas satu, mama tanya,
Mama : "kamu minta hadiah apa untuk ulang tahun?"
Saya : "kamera"
Mama : "untuk apa?"
Saya : "mama bilang, kelak saya harus ke luar negri, jadi saya perlu kamera untuk membuktikan kalau saya sudah ke luar negri dan menunjukan foto2 nya ke mama." mama saya tertegun, sepertinya dia mengerti, bahwa provokasinya sudah tertanam di benak saya, dia bagai menemukan 'click moment' saat itu.
Mama : "baik, mama belikan"

Dan kamera pocket pertama saya waktu itu seharga kalau tdk salah 100.000rupiah, sebagai perbandingan, uang jajan saya saat itu adalah 1000 rupiah, so 100.000 itu lumayan lah ya untuk org dengan penghasilan pas-pas-an..... Dan kamera tsb harus di isi film kapasitas 12, 24 atau 36, yg kalau memotret terkena cahaya berlebih / menghadap matahari foto nya jadi karya seni spektakuler, item semua alias kebakar.... hehe..... Trus kalo cetak foto per lembar 1000 rupiah kalo ga salah, mehong euuyy..... duuuuuhh... jaman purba ye cyyiint, eykeh lupita.

Apa yang terus menerus ditanamkan dalam benak saya oleh mama, sepertinya mulai mengakar, entah bagaimana, saya merasa harus mempersiapkan diri untuk hidup mandiri.

Maka setelah merenung cukup dalam, saya menghadap mama, "ma, tamat SMP saya tidak mau sekolah di Jakarta, kirim saya ke mana saja, tetapi tidak di Jakarta!" Padahal sodara2, saat itu karir saya sbg atlet pencak silat sedang berkibar, setelah menyabet medali perak pada kejuaraan nasional tingkat remaja, surat permintaan untuk TC berdatangan. Namun hidup adalah pilihan, dan saya tidak menyesali pilihan saya untuk merantau.
Mama : "kenapa?"
Saya : "karena saya merasa, di dekat mama, kemandirian saya kurang terasah."

Mama mendidik kami untuk mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tanpa pembantu sejak kami anak2nya usia SMP. Kami juga dibelikan celengan untuk menabung, setiap bulan dipecah, hasil terbanyak mendapat hadiah. Dan bila kami ingin sesuatu, misalnya ingin beli TV berwarna, saat itu TV kami elegant sekali... BW alias hitam putih hehe.... mama mengajak ke toko elektronik, kami heboh memilih TV, setelah lihat2 dan mencatat harganya kami pulang... iyaaa.... pulang gitu aja... tanpa membawa si TV impian.... saat itu sang mama telah mengecewakan kami.... Hiks :'(

Tiba di rumah, kami meeting, mama bilang, "baik, kalian sudah tau apa yang kalian inginkan?" kami mengangguk, "kalian sudah tau berapa harganya?" kami mengangguk lagi, "sekarang, pecah celengan kalian, hitung isinya!" kami berhitung, mama tanya lagi, "kurang berapa?" kami menjawab, sekian. Mama mengangguk, baik, sekarang kita bagi 4, kita harus menabung bersama2, masing2 harus kontribusi dg nilai yang sama. Yang ingin TV kalian, bukan mama. Tapi mama akan ikut menyumbang. Kalau sudah cukup, kita beli TV nya." so, mama saya mengajarkan MENABUNG UNTUK MEMBELI / MEMBAYAR NEEDS.

Part of #PecahTelor #HorangKaya

Tahun 2008 akhir kalau tidak salah, saya lupa (short memory kumat), seorang teman mengajak jalan2 ke Singapore dan Malaysia, di Singapore kita cari hotel dan di Malaysia menginap di rumah saudara kawan yang lain, kita ber-4 waktu itu, dia mengabari bahwa fiskal dibebaskan bagi pemilik NPWP, dan membuat NPWP gratis, waktu itu bayar fiskal untuk ke luar negri kalau tdk salah 2,5jeti ya...? CMIIW... kami check tiket pesawat, harga return waktu itu kisaran 1,5juta kalo tidak salah. Untuk org dengan mindset 25juta ke Singapore, kemudian tiba2 jadi 1,5 juta itu sesuatu banget loohhhh....
Saya tentu sigap mlipir ke TKP untuk bikin NPWP, sehari beres, ga pake bayar.
Waktu itu saya punya duid karena ngerjain event festival.... Fee nya lumayanlah, buat beli gorengan doang mah bisa dapet segerobak plus abang2nya sekalian, kek nya.... ^_^

Jadilah kami jalan2 ke Malaysia - Singapore 4 hari, per orang kira2 ngabisin budget sekitar 3juta... #horangKaaayyyyaaaa... #edisiBelumJadiGembelInternesyenel ^_^

Part of #GembelGalau #MrWHAT

Bulan February 2009, karena saya pengangguran, kerjaannya ngubek2 FB ato ngelakuin hal2 ga penting lainnya.... Tetiba.... Ada yg pasang status mau ke China, iseng2 saya kontak dan blg mau ikutan.... trus dia cerita ttg konsep jln2 nya dengan cara numpang2 di rumah teman, dan selama 3 minggu, budget maksimal adalah 3juta-an.... W.H.A.T....? (kalo di film kartun, tokohnya digambarkan mencelat menembus atap, kliling globe trus nyungsep kembali di posisi awal dengan kepala tertancap di lantai retak, saking kagetnya).
Lha.... eykeh ke Singapore-Malaysia 4hari, yang dengan 2x koprol udah nyampe aje, ngabisin 3jeti, ini apa kabar....? Are you kidding...?

Akhirnya, kami sepakat meeting point di Kuala Lumpur Malaysia saya mulai ngerti apa itu budget flight, mulai ngerti cara ngecak schedule pesawat supaya dpt harga secakep2nya di waktu yang kita inginkan. Tinggal realisasinya nanti gimana belum tau, karena temen2 dalam tanda kutip yang dia jelaskan itu masih "alien" buat saya.
Saya cuma menyepakati bahwa, saya siap jadi tukang poto ato sbg tripod untuk video recorder di spot2 yg diperlukan, karena dia dlm proyek nulis buku ttg China. Juga, bila kawannya tidak mau menerima saya menginap di rumahnya, maka saya sepakat untuk sewa hostel disekitar rumah si kawan tersebut, krn saya statusnya adalah sedang jadi follower, dia leader. So saya makmum, nurut aja tetapi tanpa harus ngerepotin leader. Buat saya, boleh ngekor dan belajar aja udah bagus, jgn sampe pake acara ngerepotin pula, gak fair lah.

Kami blm pernah bertemu sebelumnya, ini terus terang gambling, tp saya tidak takut, kenapa pula harus takut....? Dia penulis buku bukan preman, saya pegang return ticket saya sendiri bukan dia yg pegang, saya ada budget lebih sisa fee festival kemaren, dia blg budget 3juta, eykeh bawa 10jeti... #horangKayyyaaa #CongkakJumawaTingkatKelurahan

Dia : "kamu sudah pernah ngetrip ya?
Saya : "iya, tapi sekitar Indonesia, luar negri baru Singapore-Malaysia aja."
Dia : "Pantes kamu gak manja, kalo kita harus misah kamu juga gak kliatan hawatir atau gimana gitu."
Saya : "Kamu membolehkan saya ikut aja sudah bagus, yang sulit itu first step, selebihnya akan lebih mengalir, so far begitu pengalaman saya, so saya butuh kamu sbg pegangan untuk membunuh nightmare saya. Kalau itu sudah lewat, saya tau saya pasti bisa survive. Dan terima kasih sudah mengizinkan saya untuk ikut." begitu kira2 ringkasan dialog kami via inbox.
Dia : "oke, so, plis, barang bawaan usahakan maksimal 7kg yaaa.....!"
Saya : W.H.A.T..... lagi...

Banyak kejutan2 baru, tetapi saya sudah memutuskan bahwa dia leader saya, maka saya turuti setiap saran darinya, kalo bingung nanya, kalo masih ga paham juga... ya telen dulu, bagi saya, SAAT BELAJAR kita harus JAUH JAUH DARI SIFAT SOK TAU.... itu pantangan terbesar bagi seorang yang memutuskan untuk belajar. Ingin tau dan sok tau itu beda ya gan juragan.... ^_^

Ini daftar command dari sang leader :
* order flight jkt-KL-jkt, KL-Guangzhou dg no penerbangan ABC spy bisa barengan, Chengdu-KL, status : done
* bawa 300$, status : bawa 500$ plus atm #gembelGalau #blomPeDe
* bikin profile di CS, status : done
* beli sauvenir untuk host, status : done
* packing 7kg, status : 12kg .......
Setelah 2hari 2mlm bongkar pasang, 12kg packing adalah hasil maksimal... 7kg masih menjadi sesuatu yg "Mission Imposible" (masih berasa pengen bawa semua perabotan termasuk teflon, panci, kasur, kulkas, kompor, lemari, tabung gas, wkwkwk....)

Singkat cerita, kami menginap di rumah kawan CS Italy di Guangzhou disitu ada temen CS lain yg sedang transit menuju Hongkong, Indonesia (yg akhirnya menginap di rumah kakak saya di Bali saat ke Indonesia) dan dari Canada. Kita juga ikutan kumpul2 dg CS member di Guangzhou, saya mulai tertarik dg komunitas ini, awalnya saya ribet banget, guilty loh numpang dg free gitu... untung saya bawa souvenir, setidaknya mengurangi perasaan sebagai pengeretan pelita hati (baca : pelit) yang elegant ye bow... Host kami dan juga member CS lainnya menjelaskan ttg konsep komunitas ini, itu melegakan saya, berarti ada lebih dari 3juta orang tukeran free akomodasi kek saya, berarti bukan mrk yg alien, tp saya yg katro dan kurang gaul hehe...... dan setelah itu.... saya mulai enjoy numpang gretongan hehe...

Saat di Nanning, host kami mengajak untuk mengunjungi Qing Xiu Mountain, disitu terdapat lembah atau hutan harapan or something like that lah. Jadi, siapapun yang memilik harapan, bisa membayar 3 yuan, kemudian tuliskan "harapan/wish/do'a" di pita, kemudian ikatkan di pohon....

Saya pikir, biasanya saya berdo'a gratis gak pake bayar, tapi oke lah, 3 yuan ato sekitar 3ribu perak gpp juga kali buat lucu2an. Saya ikut antri, tapi kemudian bingung karena tidak bisa menulis aksara china, tapi kemudian saya berfikir, "Hey, sejak kapan Tuhan cuma ngerti satu bahasa? So limited...! Bagaimana Dia yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa bisa mengabulkan permohonan kalau Dia cuma ngerti satu bahasa....? Hellowwww... Yellowww....! So, let see... mari kita lihat, bagaimana Tuhan mengabulkan permohonan saya dalam bahasa yang saya pahami..." Saya mulai menulis..... Dan karena saya yakin Dia Maha Kuasa, saya tulis yang tidak mungkin untuk seorang saya.....

Tahun 2011 :
* visit 20 negara (saya sedang di China skrg, lalu kenapa saya tdk bisa visit negara lain? Duitnya...? Terserah Dia mengaturnya nanti.... Itu kata hati saya)
* umroh (urusan ibadah tdk ada hubungan nya dengan punya dan tidak punya, alim dan tidak alim, populer dan tidak populer, urusan spiritual itu sepenuhnya sangat sangat pribadi, hak prerogatif Sang Kuasa, so, kalau Dia approve, kun fa ya kun, maka jadilah... faktor lainnya... gak ngefffeekkk lah yaw)

Saya baru berani share setelah bener kejadian, sebelumnya, saya keep untuk diri sendiri, semua doa doa saya keep sendiri, terutama bila blm terkabul, biarlah setiap doa selalu menjadi hal yg paling pribadi antara saya dan Dia. #edisiFallingInLoveWith

Dan coba tebak...?
Berapa budget saya selama 3 minggu di China...?
Sekitar 4,5 jeti include flight ticket bowwww....
Emejing yeeeee.... ^_^
*jogedJogedBrutal

So.... saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mas Ariy yang telah memperkenalkan saya kepada CS.

Part of #TrainingSebagaiGembelInternesyenel

Saya mulai nulis di blog ttg perjalanan saya, saya mulai narsis di FB dg foto trip saya, tingkat ke-norak-an saya melejit dengan sukses menembus nirwana dewa dewa di khayangan *lebay.

Ada banyak respon, ada banyak permintaan untuk trip bareng, saya juga sering di gratisin untuk trip2 tersebut... jadilah saya mulai sakaw ngetrip :
*** Singapore, Thailand, Cambodia, Vietnam, Malaysia 2 minggu saya hajar dg 200an dolar... *makinPinterGue cieeeeeee ^_^
*** Vietnam, Cambodia, Thailand, Hongkong, Shenzhen, Macau sekitar 3 minggu saya hajar sekitar berapaa ya, kira2 500 sd 600 dolar kalo ga salah... Not bad laahhhh ;-)
*** Tetiba ada yang nawarin umroh gretongan, tinggal bawa body doang, berangkaaatttt...!!!
Disini saya inget dengan permohonan saya saat di Qing Xiu Mountain... Saya sujud nangis sampai sesek nafas, mohon ampun karena telah meremehkan kekuasaan Nya. Menganggap bahwa hal itu tidak lah mungkin....
*** Pulang umroh ditawarin kerjaan di India, skype-an 2x, dikirim pocket money, ticket, dan kontrak kerja, stay 2bln dapet 5.000$ plus bonus 2.000$ *jingkrakJingkrak.... Yippiiee... Ketemu Rahul dan tuan Takur kitaaaaa.... ^_^

So, saat itu... sejak awal 2011 sd Agustus 2011.... saya sudah mengunjungi :
(1)Singapore 3x , (2)Malaysia 3x , (3)Thailand 2x , (4)Cambodia 2x , (5)Vietnam 2x , (6)Hongkong , (7)Macau , (8)China , (9)Saudi Arabia dan (10)India (saya tdk tau apakah HK, Macau dikategorikan 1 negara, tp sy membedakannya krn mrk punya mata uang berbeda, CMIIW).

Saya bertanya-tanya.... Bagaimana 20 negara bisa terealisasi tahun 2011 ini....?
How come...?

Part of #CSIndonesia #CSEropa

Pertama kali nya saya ikutan CS gathering di Ciputat, disitu ada kanjeng Ambasador Mbak yu Nancy Margaretha, dia seru, baik dan supportif, dia sayang dg member2 CS. Saya hadir, menyimak sharing, bertemu dg orang2 yg sudah trip kliling2 ke mana2. Adrenalin saya mendidih spt biasa, saya ingiiiiiinnnnn seperti mereka.

Saya mulai buka rumah, menerima tamu, tp karena masih kos, saya hanya bisa menjadi host bagi single traveler perempuan. Saya mulai mendapat referensi di profile saya. Lalu mba Elok dan Nancy launching buku mereka, gilaaaaa... 500ribuan sebulan di Eropa...? Sadissssss....!
Saya beli dan baca bukunya... juga semua buku2 treveler lainnya... saya cek globe hadiah dari mama, saya cek pin yg menempel di negara apa saja waktu SD dulu saya tempelkan, saya pasang peta dunia di dinding, saya ikutan grup Backpacker Eropa, sebisa mungkin sering ngobrol dengan mba Elok dan Nancy untuk bisa mendapatkan aura positive nya.... ya.... semua... semua hal yang berhubungan dengan itu saya usahakan untuk saya ikuti.... saya kalap....

Bila sejauh ini saya sudah memenuhi dream saya sebanyak 50% ... Maka harusnya.... 50% sisanya juga mungkin, cara cepat untuk bisa trip lebih dari 10 negara adalah Eropa, karena negara2 di Eropa berdekatan.... Tetapi.... Eropa mahal..... Eiits... Nancy bilang dia 500ribuan sebulan... Oke, gue gak segila jeng ambasador, kalo bisa 3juta sebulan di Eropa bolehlaahh... Tapi, urusan visa gimana....? Duit di tabungan segitu, sementara saya gak mau bayar tiket mahal2 tapi cuma sebentar di Eropa, kalau mau lama, saya tidak punya penjamin, tdk punya cukup tabungan... Duh.... galau....

Seperti biasa, ketika galau.... saya menghadap "Big Bos" gelar sajadah, nanya sambil mewek....

Esoknya, saya diundang meeting untuk acara gathering, disitu ada ibu XYZ seseorang yang sangat baik dan rendah hati, pulang meeting saya diajak dinner ke rumah kaca yang megah miliknya. Dia mmg selalu baik sama saya dan low profile kepada semua orang, saya pernah bantu arrange event di rumahnya untuk dinner dengan para dubes dari 17 negara.

Di mobil, saya beranikan diri untuk cerita, "ibu, saya punya rencana untuk ke Eropa, inginnya sih 2bulan, tetapi saya tidak punya cukup jaminan, saya ada tabungan sekitar 40juta, saya yakin bisa survive dg budget tersebut, tetapi saya yakin, itu tdk cukup untuk mengajukan visa. Bolehkan saya minta bantuan ibu untuk mendapatkan visa...?"

Ibu : "Kamu yakin Risa, bisa survive dengan budget segitu...?"
Saya : "Iya bu..." dalam hati, Nancy sebulan di yurep cuma 500ribuan loh bu.... hehe... Bego ye gue, mane bisa bandingin apel sama pisang.... Masing2 beda gaya keleuuusss.... *tepokJidad
Ibu : "oke Risa, coba kirim email ditujukan kepada suami saya, email dikirim via saya saja, setelah itu kita lihat bagaimana perkembangannya ya." si ibu mmg bukan tipikal org yg suka memberi janji2 surga meski dia mampu.

Beberapa hari kemudian saya dipanggil untuk mengambil surat rekomendasi, saya menelpon kedutaan untuk membuat janji, saat tiba dikedutaan, saya sms suami si ibu, bahwa saya sudah di kedutaan, dijawab singkat, "ok, if you have a problem call me, only if you have a problem ok.!"

Ketika di depan loket, saya sodorkan amplop data, begitu membaca nama dan nomor telepon suami si ibu, sang petugas langsung masuk ke dalam, kemudian muncul sekertaris duta besar, ditanya mau berapa lama di Eropa, saya jawab, 2bulan. Setelah itu saya diberi kwitansi, dan membayar 850ribu. Proses 5menit. Dan saya diminta menelpon minggu depan untuk ngecek visa saya sudah jadi atau belum.

HAH....?
Gitu doang....?
So.... Apa kabar segala urusan nightmare yang sering di share oleh para traveler itu saat urus visa Eropa....? Dokumen yg di cek cuma passport dan KTP doang cuuuyyyy....
Alhamdulillahhhh.... lagi lagi.... rezeki anak sholehah.... Yippiiieeee... Wuuuuzzzzz... Saya melayang.... ^_^

Masih melayang layang saat di lift dan menapak galau di lobby gedung.... Ponsel saya berdering, sekretaris dutabesar menelpon, "Mba Risa masih di gedung? Pak Duta Besar ingin bertemu...!"

HAH......

Jantung saya lompat2 gak karuan, pak Dubes sangat baik dan low profile, beliau menggunakan batik, beliau cerita betapa beliau sangat menyukai Indonesia.... Dengan senyum dia bilang, "your visa will be fine, we just need to process it...." saya mengangguk, tersenyum bahagiaaaaa.... Ohhh... Thanks God... Engkau baiiiiiiiikkkkk banget :*

Maka.....
Terbanglah saya ke Eropa, pada bulan September 2011........
Enter (11)Paris Perancis, lanjut ke (12)Swiss, Jerman, (13)Belanda, (14)Czech Republic, (15)Austria, (16)Italy, (17)Vatican, (18)Portugal, (19)Spanyol, total di Eropa selama 2bln..... Dilanjutkan ke (20)Maroko satu bulan dan (21)Turkey satu bulan

Kembali ke Indonesia 16 January 2012

Di Eropa saya hanya menginap di hostel saat di Venezia, 3 hari bayar 24 yuro,.. Sisanya numpang... :p
Di Maroko hanya di Gurun Sahara saja saya bayar tenda camp selama 2malam, sisanya selama sebulan numpang. Di Turkey full sebulan numpang plus dpt extra sekoper souvenir dari para host hehe... biasaaaa.... rezeki anak sholeh :*

Dalam trip ini saya membawa 40pcs peta batik sebagai souvenir, 2pax sambel sachet, 2botol sambel, 2pax tolak angin, bumbu instant untuk masak masakan Indonesia di rumah host... Numpang tapi tau diri laaahhhhh... :p

Budget trip 4bln termasuk tiket, saat itu sekitar 3.500$

Tiba di Indonesia, saya bertekad untuk punya rumah, supaya saya bisa menjadi host yg baik, sebagaimana mereka telah memperlakukan saya dengan baik saat berkunjung di negara mereka.
Kebaikan mereka menginspirasi saya untuk membalas kebaikan tersebut dengan cara mengalirkannya kepada traveler lain.

Bila ada banyak persoalan dg member CS, off course itu normal, karena dalam komunitas yang dibangun dengan niat baik, tdk menjamin membernya juga punya spirit yang sama....

Namun, bila kita seorang traveler yang sungguh2 melakukan aktivitas traveling, bukan sekedar piknik, ada semacam insting yang membunyikan alarm dalam tubuh kita saat bertemu dengan orang2 yang punya niat tidak baik. Kalaupun kita tetap terbentur resiko, biasanya, bila insting kita terasah, resiko tersebut sangat bisa diminimalisasikan.
Dan saya pikir, sebaik apapun kita berusaha, suatu saat tetap akan berbenturan dengan orang2 yang sekedar memanfaatkan kebaikan kita, tega menghianati kita serta memfitnah, atau berani menjual nama kita untuk bisa mendapatkan apa yang dituju.
Saya mengalaminya, tapi ini part of life kan...? So wapada, keep calm and cool... at least berusaha untuk woles aja lah... take it easy gitu....
Kalo bener2 keterlaluan, jangan dihajar... itu kejam, di elus2 aja pake silet dan air garem hehe... ^_^ #ehh

So saat ini.... alhamdulillah, meski tinggal di kampung, rumah dg size imut2, google map juga bingung utk mendeteksi lokasi krn letak rumah saya berada di galaksi yg berbeda dg bima sakti ^_^ namun... setidaknya.... saya sudah bisa menjadi host yang lebih baik dalam hal menyediakan akomodasi bagi traveler.

Sekarang....
Saya menjadi alien di kampung saya....
Karena rumah saya yang jauh dari peradaban kota, dikunjungi tamu2 dari seluruh dunia....
Cieeeeee....
Buah nangka buah duren, ga nyangka gue keren...... Wkwkwk #protesTampol ^_^

Saya percaya.....
UNIVERSE akan turut serta merespon mimpi2 kita...
TRAVEL ANGELS are ready around the traveler as well...
So... Lets packing... And do traveling....
Yuuukkkk... Capcuuussss....

Note :
Maaf, saya bisanya nulis gaya acakadut gini.... Plus konten adalah subyektif berdasarkan pengalaman dan interpretasi pribadi saya. Bila ada yang tidak berkenan, tolong dimaafkan, boleh juga diabaikan atau di delete..... Terima kasih...

#BDInspiringPerson
#BDInspiration
#BDTravelingAllOverTheWorld
#BDChina




No comments:

Post a Comment

Kampung Girl by Uncle JC :p

Sumpah, kocak banget...! I can't stop laughing, so funny & creative parody music... Hwakakakak... Uncle JC is bule gilllaaaa.....